DATA DIRI

Posted: March 16, 2011 in Bahasa Indonesia

DATA DIRI
Aku terlahir tepatnya pada tanggal 19 Februari 1988. Ibu melahirkan seorang anak perempuan yang mungil dan lucu. Pipinya yang tembem dan berwarna merah membuat semua orang yang melihatnya gemas. Bayi itu diberi nama Rianti Puspita Sari. Temen-teman memanggilnya Ria. Aku juga mempunyai panggilan-panggilan kecil yang berbeda yang diberikan ayah dan ibuku. Ayahku memanggilku dengan panggilan “adut” dan ibuku memanggilku dengan panggilan “ebot”. Dan itu adalah aku. Kini usia ku telah menginjak 23 tahun. Dan saat ini aku tercatat sebagai mahasiswi disuatu Universitas dibilangan Bekasi. Universitas Gunadarma adalah dimana aku mengenyam pendidikan tinggi tersebut. Aku mengambil kelas malam dengan tujuan bisa menggunakan waktu dipagi hari untuk bekerja. Sekarang aku telah menginjak semester 6, tingkat 3. Kumpul bersama teman-teman, bercanda dan berbagi cerita bersama mereka adalah hobi ku. Bulutangkis dan renang adalah olahraga yang ku gemari. Makanan favorit ku adalah soto mie buatan ibuku.

LATAR BELAKANG KELUARGA
Keluarga ku adalah keluarga kecil yang lengkap yang terdiri dari Ayah dan Ibu ku, kakakku dan aku. Seperti program pemerintah “Keluarga Berencana” aku hanya memiliki seorang kakak laki-laki dan tidak memiliki adik. Aku adalah anak bungsu atau anak kedua dari dua bersaudara. Walaupun aku hanya mempunyai seorang kakak tetapi aku tidak pernah merasa kesepian. Hingga akhirnya kakakku menemukan pendamping hidupnya. Mereka menikah pada bulan Juli 2011. Kemudia ia meninggalkan tempat tinggal yang biasa kami tempati bersama. Kini ia telah menjadi kepala keluarga untuk keluarga kecilnya yang baru.
Tersadar bahwa aku berada ditengah-tengah orang yang sangat menyayangi ku, aku merasa menjadi anak yang beruntung. Ditengah keluarga kecil ini aku merasakan kasih sayang yang luar biasa yang diberikan oleh kedua orang tuaku. Aku diberi kehidupan yang layak dan pendidikan yang tinggi. Ayahku bekerja sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil dan Ibuku adalah seorang ibu rumah tangga.

PENGALAMAN HIDUP
Pengalaman hidup yang ku alami tak selamanya manis. Kadang kala aku pun merasakan pahitnya. Untuk saat ini akan ku ceritakan pengalaman pahitku saat aku melakukan kesalahan. Suatu hari ketika bekerja, aku pernah melakukan sesuatu hal yang merugikan diriku sendiri. Pada waktu itu aku bekerja di bagian pelayanan umum. Tidak terfokusnya pada pekerjaan yang sedang ku jalani yang menyebabkan aku mengalaminya. Ketika itu aku harus rela memberikan seluruh salary ku selama satu bulan hanya untuk mengganti rugi akan kesalahan yang telah ku buat. Berat sekali rasanya jika aku harus menggantinya pada saat itu juga karena aku membutuhkannya.
Pada akhirnya aku dan pelanggan tersebut membuat kesepakatan. Pelanggan bilang ia akan mengganti uang yang telah ku keluarkan dengan cara mencicil. Saat itu aku berfikir, yasudahlah tak mengapa sekaligus aku membantu orang yang sedang mengalami kesulitan. Kemudian diberikannya aku alamat rumah serta nomer yang bisa dihubungi oleh pelanggan tersebut. Suatu hari tibalah waktu kesepakatan kami, tanpa fikir lagi aku langsung bergegas menuju alamat rumah yang diberikan. Walaupun sedikit merasa tertipu karena sulit untuk mencarinya demi kebutuhan yang mendesak aku pun rela. Memang benar alamat yang diberikannya itu namun setelah ku menemukannya, hanya berbagai alasan yang diberikan, begitu seterusnya hingga kesekian kalinya.
Aku merasa bosan mendapatkan perlakuan yang sama berkali-kali. Sampai pada akhirnya ku merelakan yang telah terjadi dan menjadikannya suatu pelajaran. Memang benar, banyak orang yang mengatakan “terkadang pengalaman itu tidak didapatkan dengan cara yang mudah dan serba gratis, tapi ia pun harus dibayar mahal untuk kita jadikan sebuah pengalaman yang berharga”. Dengan mengingat kalimat tersebut akhirnya aku dapat merelakan kejadian itu sekaligus menjadikan kejadian itu sebuah pelajaran yang luar biasa.
CITA-CITA
“aku ingin menjadi dokter”. Pasti jawaban itu yang diucapkan seorang anak berumur 6 tahun. Setelah beranjak remaja jawaban itu tak pernah lagi ku ucapkan. Setelah menjadi siswi menengah tingkat atas, jawaban yang dapat ku berikan adalah “aku hanya ingin menjadi seorang anggota Pegawai Negeri” seperti ayahku. Untuk saat ini cita-citaku hanya ingin menjadi seorang sarjana dengan lulusan terbaik dan tepat waktu.

PENDIDIKAN
Seperti anak-anak pada umumnya, aku bersekolah mulai dari TK (Taman Kanak-kanak), SD (Sekolah Dasar), SLTP (Sekolah Lanjut Tingkat Pertama), hingga SMA (Sekolah Menengah Atas). Mungkin yang berbeda dari angkatan-angkatanku adalah mereka yang telah lulus menjadi sarjana diusia 22 tahun sedangkan aku yang pada usia tersebut masih menjadi seorang mahasiswi karena terlambatnya aku masuk ke Perguruan Tinggi.

PEKERJAAN
Terlambatnya aku masuk ke Perguruan Tinggi dikarenakan aku ingin mencari pengalaman dalam dunia kerja. Dengan ijasah terakhir yang ku punya, hingga kini aku memiliki beberapa pengalaman bekerja. Saat ini pun aku menjalani kuliah sambil bekerja disuatu perjalanan umum menggunakan pesawat terbang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s