Pengantar Ekonomi

Posted: March 24, 2010 in Uncategorized

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkah, rahmat dan ridhonya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun maksud penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah softskill.

Dalam makalah ini, penulis menyadari bahwa hasil yang dicapai masih jauh dari sempurna, terdapat banyak kekurangan, baik dari segi penyajian materi maupun tata bahasa penulisan. Oleh karena itu penulis sangat berterima kasih atas kritik dan saran yang bersifat membangun dalam perbaikan serta koreksi bagi penulis.

Akhir kata penulis persembahkan makalah ini agar dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Bekasi, Maret 2010

Penulis

DAFTAR ISI

Hal

Kata pengantar………………………………………………………………………1

BAB I Ruang Lingkup Ekonomi……………………………………………………3
A. Definisi dan Metodologi Ekonomi…………………………………………..4
B. Masalah Pokok Ekonomi dan Pengaruh Mekanisme Harga…………………5
C. Sistem Perekonomian………………………………………………………..6
EVALUASI………………………………………………………………………9
Lembar Jawab Evaluasi…………………………………………………………11

BAB 2 Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran………………………………12
A. Pengertian Permintaan dan Penawaran………………………………………12
B. Hukum Permintaan dan Penawaran…………………………………………12
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran…………….13
D. Penentuan Harga Keseimbangan……………………………………………..14
EVALUASI………………………………………………………………………..15
Lembar Jawab Evaluasi………………………………………………………….17

BAB 3 Perilaku Konsumen…………………………………………………………18
A. Pendekatan Perilaku Konsumen……………………………………………..18
a. Pendekatan Kardinal………………..…………………………………….18
b. Pendekatan Ordinal……………………………………………….………19
B. Konsep Elastisitas……………………………………………………….…….21
a. Harga…………………………………………………………….…….….21
b. Silang…………………………………………………………….…….…23
c. Pendapatan……………………………………………………….….……24
EVALUASI………………………………………………………………………25
Lembar Jawab Evaluasi………………………………………………….……….27

1. Ruang Lingkup Ekonomi

A. Definisi dan Metodologi Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan. Akibat adanya kelangkaan, kita terpaksa harus memilih, dengan akibat timbulnya biaya kesempatan.
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Ilmu ekonomi atau ekonomika atau economics adalah ilmu yang mempelajari manajemen rumah tangga tersebut.
Banyak pakar yang membuat definisi ilmu ekonomi. Salah satunya yang disusun oleh Paul A. Samuelson yang berbunyi : Ilmu ekonomi merupakan studi tentang perilaku masyarakat dalam menggunakan sumber daya atau factor produksi yang langka dalam rangka memproduksi berbagai komoditas (barang dan jasa) untuk kemudian menyalurkannya kepada berbagai individu dalam suatu masyarakat.
Dalam definisi tersebut termuat pengertian-pengertian sebagai berikut :
a. Perilaku Masyarakat. Yang dimaksud perilaku masyarakat disini dapat berupa perilaku individu/rumah tangga, perusahaan, industri, atau Negara.
b. Sumbar daya / factor produksi. Sebagaimana diketahui sumber daya/factor produksi meliputi alam,manusia, modal, dan kewirausahaan. Sumber-sumber produktif tersebut bersifat langka, bukan barang yang berlimpah ruah sehingga harus digunakan secara cermat dan tepat.
c. Kegiatan Produksi dan Penyaluran Hasil Produksi. Kegiatan produksi dilakukan untuk menghasilkan barang dan jasa kemudian dapat dikonsumsi.

Dalam ilmu ekonomi terdapat dua macam ilmu ekonomi, yaitu :
a. Ilmu ekonomi mikro yang mempelajari cara kerja para pelaku ekonomi secara individu dan hubungan antar individu.
b. Ilmu ekonomi makro yang mempelajari hubungan antar para pelaku ekonomi dalam skala yang lebih besar.

Metodologi Ilmu Ekonomi

Sering disebut sebagai The queen of social sciences, ilmu ekonomi telah mengembangkan serangkaian metode kuantitatif untuk menganalisis fenomena ekonomi. Jan Tinbergen pada masa setelah Perang Dunia II merupakan salah satu pelopor utama ilmu ekonometri, yang mengkombinasikan matematika, statistik, dan teori ekonomi. Kubu lain dari metode kuantitatif dalam ilmu ekonomi adalah model General equilibrium (keseimbangan umum), yang menggunakan konsep aliran uang dalam masyarakat, dari satu agen ekonomi ke agen yang lain. Dua metode kuantitatif ini kemudian berkembang pesat hingga hampir semua makalah ekonomi sekarang menggunakan salah satu dari keduanya dalam analisisnya. Di lain pihak, metode kualitatif juga sama berkembangnya terutama didorong oleh keterbatasan metode kuantitatif dalam menjelaskan perilaku agen yang berubah-ubah.

Kegiatan membuat suatu barang atau jasa yang dibutuhkan dalam kegiatan perekonomian disebut kegiatan produksi, sedangkan pelakunya disebut produsen. Sebaliknya, kegiatan menggunakan atau membeli berbagai barang dan jasa yang telah diproduksi dalam kegiatan perekonomian disebut kegiatan konsumsi, sedangkan pelakunya disebut konsumen.

Pertemuan antara penjual dan pembali disebut pasar. Pasar ada yang bersifat konkrit, ada pula yang bersifat abstrak.
• Pasar konkrit : dapat dilakukan disuatu tempat tertentu, seperti di pasar, di toko atau dilokasi tertentu.
• Pasar abstrak : penjual dan pembelinya tidak langsung bertemu.

Kegiatan menyalurkan barang dan jasa yang diproduksi dari produsen ke konsumen disebut kegiatan distribusi.

Semakin baik kegiatan distribusinya, semakin banyak barang dan jasa yang diproduksi dapat disalurkan ke konsumen yang membutuhkannya.
Selain menyangkut barang dan jasa hasil produksi, distribusi juga menyangkut factor produksi. Distribusi factor produksi diperlukan untuk alokasi sumber daya dalam berbagai kegiatan produksi. Sumber daya yang ada sangat terbatas dan tidak mungkin cukup memenuhi kebutuhan konsumen.

Pelaku Ekonomi

Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi pada dasarnya selalu menghadapi masalah ekonomi. Untuk lingkup yang lebih luas, masyarakat di luar negeri juga dapat dianggap sebagai pelaku dalam kegiatan ekonomi.
Para pelaku kegiatan ekonomi pada dasarnya dapat dibagi kedalam tiga kelompok penting, yaitu :

a. Rumah Tangga. Rumah tangga adalah seluruh individu yang tinggal didalam satu atap dan membuat keputusan secara bersama.
Anggota rumah tangga ini sering dikatakan sebagai konsumen karna mereka adalah pembeli dan pengkonsumsi utama dari barang dan jasa yang diproduksi

b. Perusahaan. Perusahaan adalah pihak yang menggunakan berbagai factor produksi untuk memproduksi berbagai barang dan jasa.
Barang dan jasa ini pada gilirannya akan dijual ke perusahaan lain, rumah tangga, dan pemerintah. Keadaan inilah yang menyebabkan perusahaan juga disebut sebagai produsen.

c. Pemerintah. Pihak pemerintah dalm ilmu ekonomi mencakup seluruh badan-badan yang mewakili pemerintah, termasuk pemerintah daerah, departemen-depertemen, BUMN, bank sentral, dan berbagai badan di bawah wewenangnya.

Yang ada dalam kehidupan ekonomi adalah setiap orang bisa lebih baik bila memusatkan segenap tenaga dan perhatiannya ke bidang khusus yang terbatas, bukannya mengurus aneka bidang secara serentak.

Berikut ini adalah keuntungan dan kerugian pembagian kerja.
Keuntungan pembagian kerja :
a. Produktifitas meningkat
b. Standar kehidupan meningkat
c. Pilihan produk bagi konsumen semakin banyak.

Kerugian pembagian kerja :
a. Kebosanan meningkat
b. Tidak ada variasi produk yang dihasilkan
c. Pekerja sangat tergantung pada pekerja lainnya.

B. Masalah Pokok Ekonomi

Dalam masyarakat modern seperti sekarang ini, kehidupan ekaonomi melibatkan ribuan kegiatan yang sangat kompleks. Kendati demikian, masalahpokok yang kita hadapi dan harus kita selesaikan pada dasarnya tidak berbeda dengan apa yang dihadapi oleh nenek moyang kita ribuan tahun yang lalu, ketika manusia bekarja dengan peralatan yang sangat sederhana dan saling menukarkan hasil kerja mereka secara barter. Secara umum, ada tiga masalah pokok yang harus diselesaikan oleh setiap masyarakat, yakni sebagai berikut.

a. Komoditas apa yang harus diproduksi dan berapa jumlah masimg-masing komoditas tersebut ?
Masalah ini pada akhirnya mengarah pada masalah alokasi factor-faktor produksi yang dimiliki oleh masyarakat yang bersangkutan. Keputusan mengenai barang apa yang akan diproduksi dan berapa jumlahnya biasanya dilakukan secara bersama-sama dengan alokasi factor produksi untuk kegiatan produksi barang yang diinginkan. Ketika kita memutuskan untuk memproduksi A sebanyak X juta ton pertahun, pada saat yang sama kita juga memutuskan berapa banyak factor produksi yang akan digunakan untuk kegiatan tersebut. Alasannya, penggunaan factor produksi untuk suatu kegiatan akan mengakibatkan berkurangnya persediaan factor produksi bagi kegiatan lain. Melalui keputusan itu, kita pun telah memutuskan mengenai barang apa yang tidak kita produksi.

b. Bagaimana kita memproduksi komoditas tersebut ?
Pada umumnya ada lebih dari satu cara untuk memproduksi satu jenis barang. Kain, misalnya, dapat diproduksi oleh sejumlah orang yang menggunakan alat tenun sederhana, dapat juga oleh seorang pekerja yang mengoperasikan mesin tenun otomatis. Cara pertama lebih banyak menggunakan tenaga kerja dan sedikit modal, karna itu dikenal sebagai metode produksi padat karya. Cara kedua hemat tenaga kerja dan banyak menggunakan factor produksi modal, sehingga disebut metode produksi padat modal.

Ilmu ekonomi menyarankan agar kita memilih cara produksi yang paling efisien, artinya cara yang menuntut biaya yang paling rendah untuk menghasilkan komoditas dalam jumlah yang sama. Jika kita menggunakan cara produksi yang tidak efisien, akan terjadi pemborosan.

c. Untuk siapa komoditas tersebut diproduksi dan bagaimana pembagiannya ?
Masalah ini menyangkut pembagian hasil produksi ke berbagai kelompok masyarakat, seperti pemilik tanah, pekerja, pemilik modal, dan wirausaha, atau kelompok-kelompok petani, pemulung, pengemudi bus, manager, dan sebagainya.

C. Sistem Perekonomian

Sistem perkonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Setiap system ekonomi bersifat unik dan tidak sama antara satu dengan yang lain. Namun dilihat dari cara koordinasi pengambilan keputusan, ada 4 jenis system murni, yakni :

a. Sistem Ekonomi Tradisional
Dalam system ekonomi tradisional prilaku anggota masyarakat berdasarkan atas tradisi, adapt, dan kebiasaan. Seorang anak akan meneruskan pekerjaan ayahnya, yang sebelumnya meneruskan pekerjaan yang diwariskan oleh kakeknya.
Begitu pula, komoditas yang diproduksi, cara memproduksi, serta cara distribusinya berdasarkan tradisi. Suatu banrang yang diproduksi dimasa lalu akan tetap diproduksi, kecuali ada suatu kejadian yang luar biasa.
Karna itu, dalam masyarakat yang menganut system semacam ini, perubahan berjalan dengan lambat.barang yang diproduksi saat ini sama dengan yang diproduksi berabad-abad sebelumnya. Tingkat produktifitas tidak berubah dari waktu ke waktu. Dalam dunia modern seperti sekarang ini, hanya masyarakat yang terkucil saja yang masih menggunakan system ekonomi ini.

b. Sistem Ekonomi Komando
Dalam system ekonomi komando, perilaku ekonomi ditentukan oleh satu atau beberapa penguasa. Para penguasa inilah, baik perorangan atau suatu badan, yang membuat sebagian besar keputusan mengenai jenis dan jumlah komoditas yang diproduksi, cara memproduksinya, dan distribusinya. Dengan kata lain perencanaan dan pengambilan keputusan dilakukan secara terpusat.
Untuk mengatur prilaku ekonomi anggota masyarakatnya, badan perencana terpusat membuat suatu rencana yang menyeluruh dan rinci mengenai masalah-masalah pokok ekonomi. Karna itu system ekonomi komando disebut juga sebagai system ekonomi perencanaan terpusat.

c. Sistem Ekonomi Pasar
Dalam system ekonomi pasar, keputusan mengenai alokasi sumber daya ekonomi diserahkan kepada para pelaku pasar (produsen dan konsumen), tanpa ada arahan dari penguasa. Keputusan mengenai jenis dan jumlah komoditi yang diproduksi, teknik produksi serta distribusinya diambil ratusan, ribuan atau bahkan jutaan konsumen dan produsen yang berdiri sendiri. Dengan kata lain, ada desentralisasi dalam pengambilan keputusan. Tidak satu oramng atau badan pun yang secara dominan berlaku sebagai pengatur. Satu-satunya coordinator adalah harga yang ditentukan oleh para pelaku pasar.

d. Sistem Ekonomi Campuran
Dalam kenyataan, tidak ada satu Negara atau masyarakat pun yang secara murni menganut salah satu system tersebut. Hampir seluruh masyarakat didunia menggunakan beberapa unsure ekonomi komando untuk beberapa kegiatan tertentu, sementara untuk kegiatan lainnya menggunakan mekanisme pasar sebagai alat pengatur. Bahkan Negara yang dikenal sebagai pendekar ekonomi pasar seperti Amerika Serikat sekalipun menggunakan unsure-unsur perencanaan dalam kegiatan ekonominya. Begitu pula Negara yang dikenal menggunakan system perencanaan terpusat seperti Kuba dan Cina, tetap membiarkan para petani dan pedagang kecil berperilaku berdasarkan mekanisme pasar.

Jika ekonomi pasar dan ekonomi komando dianggap sebagai dua titik ekstrim, system ekonomi yang dianut oleh sebagian besar masyarakat berada di tengah-tengah. Ada beberapa Negara yang lebih dekat ke system ekonomi pasar seperti Amerika Serikat dan Negara-negara Eropa Barat, ada pula beberapa Negara lainnya yang dekat dengan system ekonomi komando seperti Cina, Kuba, dan Vietnam.

Pertanyaaan Ganda
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat !!
1. Ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikos dan nomos. Yang dimaksud dengan oikos adalah…
a. keluarga, rumah tangga d. adat
b. peraturan e. istiadat
c. hukum

2. Dalam ilmu ekonomi terdapat dua macam ilmu ekonomi, yaitu :
a. Ilmu ekonomi langsung dan ilmu ekonomi tidak langsung
b. Ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro
c. Ilmu ekonomi pasar dan ilmu ekonomi komando
d. Ilmu ekonomi konkrit dan ilmu ekonomi abstrak
e. Ilmu ekonomi tradisional dan ilmu ekonomi pasar

3. Kegiatan menyalurkan barang dan jasa yang diproduksi dari produsen dan
konsumen disebut…
a. Kegiatan distribusi
b. Kegiatan produksi
c. Kegiatan konsumsi
d. Kegiatan ekonomi
e. Kegiatan konsumen

4. Yang merupakan keuntungan pembagian kerja, adalah…
a. Kebosanan meningkat
b. Tidak ada variasi produk yang dihasilkan
c. Produktifitas meningkat
d. Pekerja sangat tergantung pada pekerja lainnya
e. Tingkat kesejahteraan

5. Pelaku ekonomi yang utama adalah sebagai berikut, kecuali….
a. Rumah tangga d. Masyarakat luar negeri
b. Perusahaan e. Politisi
c. Pemerintah

6. Dalam pelaku kegiatan ekonomi yang diasumsikan mencari kepuasan atau
utilitas maksimum adalah….
a. Rumah tangga d. Perusahaan
b. Pemerintah e. Masyarakat luar negeri
c. Politisi

7. Contoh komoditas yang termasuk jasa adalah…
a. Pendidikan d. makanan
b. Sepatu e. kalkulator
c. Perangkat computer

8. Contoh benda ekonomi adalah…
a. air Laut Jawa
b. air Sungai Musi
c. air Danau Singkarak
d. air mineral yang dibotolkan
e. air hujan di musim penghujan

9. Komoditas apa yang harus diproduksi dan berapa jumlah masing-masing komoditas tersebut? Masalah ini berkaitan dengan….
a. alokasi factor-faktor produksi suatu masyarakat untuk menghasilkan berbagai jenis barang dalam berbagai jumlah
b. pemilihan teknologi yang paling efisien
c. pembagian hasil produksi secara adil ke berbagai kelompok masyarakat
d. system ekonomi yang dianut oleh suatu masyarakat
e. mekanisme yang ada dalam system ekonomi

10. Struktur pada system ekonomi meliputi hal-hal berikut, kecuali…
a. konsumen
b. produsen
c. hukum dan peraturan mengenai hak milik
d. hukum dan peraturan mengenai pajak dan subsidi
e. nilai, moral, kebiasaan, dan adat suatu masyarakat

Jawaban Pertanyaan Ganda

1. A
2. B
3. A
4. C
5. E
6. A
7. A
8. D
9. A
10. E

2. Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran

A. Pengertian Permintaan dan Penawaran

Permintaan adalah seluruh barang dan jasa yang ingin dan akan dibeli oleh konsumen pada setiap tingkat harga per unit yang harus dibayar. Permintaan baru muncul jika seseorang menginginkan suatu barang dan jasa dan mau membayar barang dan jasa tersebut.

Penawaran adalah kemampuan dan kemauan untuk menjual (memproduksi) sejumlah barang dan jasa pada berbagai alternative tingkat harga dan pada periode tertentu.

B. Hukum Permintaan Dan Penawaran

Hukum permintaan adalah jumlah barang yang diminta pada suatu periode waktu tertentu meningkat pada saat harga turun.
Kurva permintaan adalah kurva yang menggambarkan jumlah barang yang oingin dan mampu dibeli oleh konsumen sesuai dengan tingkat harganya pada suatu periode tertentu.
Kurva permintaan menurun dari kiri atas kekanan bawah atau kurvanya mempunyai kemiringan negative.

Faktor penentu permintaan mungkin saja berubah. Perubahan factor-faktor tersebut akan menyebabkan kurva permintaan bergeser.
Kurva permintaan bergeser jika ada perubahan jumlah barang yang diminta pada tingkat harga tertentu.
Permintaan pasar adalah permintaan barang dan jasa total yang ingin dan mampu dibeli pada berbagai alternative tingkat harga pada suatu periode tertentu. Permintaan pasar merupakan penjumlahan dari seluruh permintaan individu.
Hukum penawaran adalah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan pada suatu periode tertentu akan meningkat sejalan dengan peningkatan harga.
Perubahan dari factor-factor yang mempengaruhi penawaran akan menyebabkan kurva penawaran bergeser.

Semakin tinggi tingkat harga yang terjadi menyebabkan penyediaan suatu barang dan jasa mennjadi lebih menguntungkan bagi produsen, dan mendorong produsen untuk menjual lebih banyak.
Penawaran pasar adalah jumlah barang dan jasa total yang mau dan mampu dijual (diproduksi) oleh penjual (produsen) pada berbagai tingkat harga dan pada periode tertentu. Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari penawaran individu.

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

a. Faktor yang Mempengaruhi Permintaan
• Pendapatan. Akibat peningkatan pendapatan, harga-harga menjadi relative lebih murah, sehingga permintaan akan meningkat.
• Harga barang lain yang berhubungan : barang subtitusi dan barang komplementer. Akibat peningkatan harga barang substitusi, permintaan suatu barang akan meningkat, dan sebaliknya jika harganya menurun.
• Distribusi Pendapatan. Akibat distribusi pendapatan yang memburuk, maka perbedaan pendapat antara orang kay adan miskin semakin besar.
• Jumlah penduduk. Akibat peningkatan jumlah penduduk, kebutuhan akan barang dan jasa semakin banyak, sehingga permintaan juga meningkat.
• Selera.Akibat perubahan selera, permintaan pun berubah. Jika barang tersebut sedang disukai maka permintaan barang tersebut akan meningkat. Sebaliknya, jika barang tersebut sudah tidak disukai maka permintan akan menurun.
• Perkiraan / ekspektasi. Jika kita memperkirakan bahwa pendapatan akan meningkat, maka permintaan akan cenderung meningkat. Demikian pula jika kita memperkirakan bahwa harga akan turun permintaan akan cenderung meningkat pula.

b. Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
• Biaya input. Jumlah barang yang ditawarkan tergantung pada biaya input. Jika harga bahan baku mahal, penjual akan mengenakan harga yang lebih tinggi untuk setiap barang yang dihasilkan.
• Teknologi. Dengan adanya peningkatan teknologi, semakin mudah produsen menyediakan barang dan jasa.
• Barang lain. Jika harga barang dan jasa yang lain meningkat, mungkin saja penjual akan beralih menyediakan barang dan jasa lain yang lebih menguntungkan.
• Pajak. Adanya pajak menyebabkan harga terlihat lebih tinggi.
• Harapan. Jka produsen memperkirakan harga barang atau jasa meningkat, biaya input akanberkurang atau pendapatan masyarakat akan meningkat, maka ia akan lebih bersungguh-sungguh mendalami usahanya, sehingga penawaran juga meningkat.
• Tujuan Perusahaan. Jika tujuan perusahaan lebih kepada penguasaan pasar daripada keuntungan maksimal, maka penawaran akan meningkat.
• Jumlah penjual. Semakin banyak penjual, semakin banyak pula jumlah barang yang ditawarkan.

D. Penentuan Harga Keseimbangan

Harga Keseimbangan adalah harga dimana jumlah barang yang diminta pada suatu waktu tertentu sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.Untuk mencapai keseimbangan maka diperlukan kesepakatan antara pembeli dan penjual.
Secara grafik, harga keseimbangan dapt diperoleh dengan menggabungkan kurva permintaan dan penawaran secara bersama-sama.
Pada tingkat harga keseimbangan, yang tercermin pada titik perpotongan antara kurva penawaran dan permintaan, jumlah yang ingin dibeli oleh konsumen persis sama dengan jumlah yang ditawarkan oleh produsen.

Tujuan mempelajari penentuan harga :

• Mengamati perubahan kebutuhan masyarakat
• Memberikan insentif bagi pengusaha untuk memberikan tanggapan pada perubahan permintaan
• Melihat dampaknya terhadap jenis dan banyaknya factor produksi yang harus disediakan
• Membantu menentukan penawaran barang.

Jika harga yang terjadi di bawah harga keseimbangan, maka terjadi kelebihan permintaan (excess demand) dan jika harga yang terjadi di atas harga keseimbangan, maka terjadilah kelebihan penawaran (excess supply). Jika terjadi keadaan seperti ini, selalu terdapat dorongan dari mekanisme pasar agar harga selalu kembali ke keseimbangan.

Pertanyaan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling tepat !!

1. Seluruh barang dan jasa yang ingin dan akan dibeli oleh konsumen pada setiap tingkat harga per unit yang harus dibayar dinamakan…
a. Permintaan d. Hukum penawaran
b. Penawaran e. cateris paribus
c. Hukum peermintaan

2. Kurva yang menggambarkan jumlah barang yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen sesuai dengan tingkat harganya, pada suatu periode tertentu, cateris paribus, dinamakan….
a. Permintaan d. Skedul permintaan
b. Kurva permintaan e. Permintaan efektif
c. Hukum permintaan

3. Kurva permintaan mempunyai kemiringan…
a. Negative d. dari kiri bawah kekanan atas
b. Positive e. 45 derajat dari sumber mendatar
c. Nol

4. Berikut ini factor-faktor yang mempengaruhi permintaan, kecuali…
a. pendapatan
b. harga barang substitusi dan barang komplementer
c. jumlah penduduk
d. perkiraan terhadap pendapatan dan harga
e. biaya input

5. Bila pendapatan naik, cateris paribus, maka kurva permintaan suatu barang akan….
a. bergeser ke kanan d. ke kanan kemudian ke kiri
b. bergeser ke kiri e. Ke kiri kemudian ke kanan
c. tidak berubah

6. Karena gagal panen, harga kopi menjadi tinggi sekali. Kita dapat memperkirakan bahwa permintaan teh akan….
a. Meningkat d. meningakat kemudian berkurang
b. Berkurang e. berkurang kemudian meningkat
c. Tetap

7. Kemampuan dan kemauan untuk menjual (memproduksi) sejumlah barang dan jasa pada berbagai alternative tingkat harga pada periode tertentu, cateris paribus, dinamakan….
a. Penawaran d. tujuan perusahaan
b. Hukum penawaran e. permintaan
c. Biaya input

8. Pada saat perekonomian membaik, kurva penawaran suatu barang akan….
a. bergeser ke kanan d. tegak
b. bergeser ke kiri e. mendatar
c. tidak bergeser

9. Faktor yang mempengaruhi penawaran, kecuali….
a. biaya input d. jumlah penjual
b. teknologi e. pendapatan
c. pajak

10. Jika perubahan berbagai factor yang mengakibatkan penawaran menurun akan menggeser kurva ke….
a. Atas d. kanan
b. Bawah e. dari atas ke bawah
c. kiri

Jawaban Pertanyaan Ganda

1. A
2. B
3. A
4. E
5. A
6. A
7. A
8. A
9. E
10. C

3. Perilaku Konsumen

A. Pendekatan Perilaku Konsumen

Kegiatan mengeluarkan uang untuk membeli barang dan jasa yang diperlukan disebut konsumsi. Konsumsi Agregat adalah konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat yang ada pada suatu Negara/daerah tertentu. Konsumsi dianggap sangat dipengaruhi oleh pendapatan. Jika pendapatan meningkat, maka konsumsi akan meningkat, walaupun tidak secepat peningkatan pendapatan.
Teori perilaku konsumen disebut juga dengan teori nilai guna, pendekatannya yang dapat dibagi menjadi:

a. Pendekatan Kardinal
Pendekatan kardinal juga disebut sebagai pendekatan marginal utility. Pendekatan kardinal , asumsi dasarnya:
1. Kepuasan konsumsi dapat diukur dengan satuan ukur, util
2. Makin banyak barang dikonsumsi makin besar kepuasan
3. Terjadi hukum The law of deminishing Marginal Utility pada tambahan kepuasan setiap satu satuan. Setiap tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan konsumsi semakin kecil. ( Mula – mula kepuasan akan naik sampai dengan titik tertentu atau saturation point tambahan kepuasan akan semakin turun ). Hukum ini menyebabkan terjadinya Downward sloping MU curva. Tingkat kepuasan yang semakin menurun ini dikenal dengan hukum Gossen.
4. Tambahan kepuasan untuk tambahan konsumsi 1 unit barang bisa dihargai dengan uang, sehingga makin besar kepuasan makin mahal harganya. Jika konsumen memperoleh tingkat kepuasan yang besar maka dia akan mau membayar mahal, sebaliknya jika kepuasan yang dirasakan konsumen redah maka dia hanya akan mau membayar dengan harga murah.

Asumsi seorang konsumen
1.Konsumen harus rasional yaitu menginginkan kepuasan maksimal.
2.Konsumen punya preferensi jelas akan barang dan jasa
3.Terdapat kendala anggaran

Cara untuk maksimisasi daya guna total konsumen adalah :
MUa = MUb = MUx

Pada pembahasan pendekatan Kardinal terdapat Hukum Gossen I dan Hukum Gossen II, yang berbunyi:
Hukum Gossen I berbunyi:
“ Jika pemenuhan kebutuhan akan suatu jenis barang dilakukan secara terus- menerus, maka rasa nikmatnya bermula-mula akan tinggi, namun semakin lama kenikmatan tersebut semakin menurun sampai akhirnya mencapai titik jenuh.’

Hukum Gossen II berbunyi:
“Manusia akan berusaha memuaskan yang beraneka ragam sampai mencapai tingkat intensitas yang sama.”
Teori Kepuasan Konsumen
1. Nilai Guna Total
Nilai kepuasan secara keseluruhan yang didapat konsumen dari
mengkonsumsi suatu barang dan jasa.
2. Nilai Guna Marginal (kepuasan marjinal)
Tambahan kepuasan yang dinikmati oleh konsumen dari setiap
tambahan barang atau jasa yang di konsumsinya.
b. Pendekatan Ordinal
Pendekatan ordinal digunakan karena pendekatan kardinal bersifat subjektif, maka pendekatan ordinal lebih memberi penekatan pada preferensi yaitu membuat peringkat (rangking) atau urutan-urutan kombinasi barang yang dikonsumsi.
Mendasarkan pada asumsi bahwa kepuasan tidak bisa dikuantitatifkan dan antara satu konsumen dengan konsumen yang lain akan mempunyai tingkat kepuasan yang berbeda dalam mengkonsumsi barang dalam jumlah dan jenis yang sama. Oleh karena itu kemudian muncul pendekatan ordinary yang menunjukkan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent. Pendekatan ordinal berdasarkan pembandingan sesuatu barang dengan barang yang lain, lalu memberikan urutan dari hasil pembandingan tersebut. Contoh penggunaan metode ordinal antara lain dalam suatu lomba atau kejuaraan, pengukuran indeks prestasi dan pengukuran yang sifatnya kualitatatif misalnya bagus, sangat bagus, paling bagus.
Dalam teori perilaku konsumen dengan pendekatan ordinal asumsi dasar seorang konsumen adalah :
1.Konsumen rasional, mempunyai skala preferensi dan mampu merangking kebutuhan yang dimilikinya
2.Kepuasan konsumen dapat diurutkan, ordering
3.Konsumen lebih menyukai yang lebih banyak dibandingkan lebih sedikit, artinya semakin banyak barang yang dikonsumsi menunjukkan semakin tingginya tingkat kepuasan yang dimilikinya.
Pendekatan ordinal membutuhkan tolok ukur pembanding yang disebut dengan indeferent kurve. Kurva Indeferent adalah Kurva yang menghubungkan titik – titik kombinasi 2 macam barang yang ingin dikonsumsi oleh seorang individu pada tingkat kepuasan yang sama.

Ciri – ciri kurva Indiferent :
1.Berlereng/ slope negatif. Hal ini menunjukkan apabila dia ingin mengkonsumsi barang X lebih banyak maka harus mengorbankan konsumsi terhadap barang Y
2.Cembung ke titik Origin ( Convex ) . Derajat penggantian antar barang konsumsi semakin menurun. Hal ini masih berkaitan dengan hukum Gossen, di mana apabila pada titik tertentu semakin banyak mengkonsumsi barang X akan mengakibatkan kehilangan atas barang X tidak begitu berarti dan sebaliknya atas barang Y
3.Tidak saling berpotongan. Ini berakitan dengan asumsi bahwa masing – masing kurva indiferent menunjukkan tingkat kepuasan yang sama. Dengan pengertian apabila A = B dan A = C maka otomatis C = B padahal yang terjadi tidak demikian.
4.Semakin ke kanan menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi. Ketika kurva bergeser ke kanan akan menunjukkan kombinasi barang X dan Y yang bisa dikonsumsi oleh seseorang semakin banyak. Hal inilah yang menyebabkan semakin bertambahnya kepuasan dengan pergeseran kurva ke kanan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi:
Faktor Internal
1. Pendapatan
2. Motivasi
3. Sikap dan kepribadian (kebiasaan)
4. Selera konsumen
Faktor Eksternal
1. Kebudayaan
2. Adat Istiadat
3. Status sosial
4. Harga barang

B. Konsep Elastisitas

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Dalam hal ini pada dasrnya ada tiga variabel utama yang mempengaruhi, maka dikenal tiga elastisitas permintaan, yaitu :
1. elastisitas harga permintaan
2. elastisitas silang
3. elastisitas pendapatan
1. Elastisitas Harga Permintaan (the price elasticity of demand)
Elastisitas harga permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut atau dengan kata lain merupakan perbadingan daripada persentasi perubahan jumlah barang yang diminta dengan prosentase perubahan pada harga di pasar, sesuai dengan hukum permintaan, dimana jika harga naik, maka kuantitas barang turun Dan sebaliknya.
Sedangkan tanda elastisitas selalu negatif, karena sifat hubungan yang berlawanan tadi, maka disepakati bahwa elastisitas harga ini benar indeksnya/koefisiennya dapat kurang dair, dama dengan lebih besar dari satu Dan merupakan angka mutlak (absolute), sehingga permintaannya dapat dikatakan :
1. Tidak elastisitas (in elastic)
2. Unitari (unity) dan
3. Elastis (elastic)
Dengan bentuk rumus umum sebagai berikut :
Δ Q ΔP Δ Q P
Eh : atau Eh = X
Q P ΔP Q
Dimana : Eh adalah elastisitas harga permintaan
Q adalah Jumlah barang yang diminta
P adalah harga barang tersebut
Δ adalah delta atau tanda perubahan.
Pada suatu kurva permintaan akan terdapat ketiga keadan tersebut, tergantung dititik mana mengjkurnya. Pada harga tinggi, elastisitasnya lebih besar dari satu atau elastis, pada harga yang rendah elastisitasnya kurang dari satu atau tidak elastis (in elastic), sedangkan titik tengah dari kurva permintaan mempunya elastisitas sama dengan satu atau unity (unitari),
Disamping tiga bentuk elastisitasharga permintaan diatas, ada dua lagi elastisitas harga permintaan, yaitu :
1. Permintaan yang elastis sempurna (perfectly Elastic), ini merupakan tingkat yang paling tinggi dari kemungkinan elastisitas, dimana respon yang paling besar dari jumlahbarang yang diminta terhadap harga, bentuk kurva permintaannya merupakan garis horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu gabris horizontal dengan sempurna sejajar dengan sumbu datar, besar elastisitasnya tidak berhingga (Eh =ς) pada kondisi ini berapapun jumlah permintaan, harga tidak berubah atau pada tingkat harga yang jumlah permintaan dapat lebih banyak.
2. Kurva permintaan yang tidak elastis sempurna (perfectly inelastic), ini merupakan tingkat paling rendah dari elastisitas, dimana respon yang jumlah permintaan barang terhadap perubahan harga adalah sangat kecil, bentuk kurva permintaannya vertikal dengan sempurna sejajar dengan sumbu tegak, besar koefisien elastisitasnya adalah nol (Eh = 0), artinya bagaimanapun harga tinggi, konsumen tidak akan mengurangi jumlah permintaannya.
Elastisitas akan besar bilamana :
1. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
2. harga relatif tinggi
3. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain
Elastisitas umumnya akan kecil, bilamana :
1. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
2. barang yang bersangkutan terdapat dalam jumlah banyak, dan dengan harga-harga yang rendah.
3. Untuk barang tersebut tidak terdapat barang-barang substitusi yang baik, Dan benda tersebut sangat dibutuhkan.

2. Elastisitas Silang (The Cross Price Elasticity of demand)
Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.
Para ahli ekonomi mencoba mengukur respon/reaksi permintaan terhadap harga yang berhubungan dengan barang tersebut, disebut dengan elastisitas silang (Cross Price Elasticity of demand)
Perubahan harga suatu barang akan mengakibatkan pergeseran permintaan kepada produk lain, maka elastisitas silang (Exy) adalah merupakan persentase perubahan permintaan dari barang X dibagi dengan persentase perubahan harga dari barang Y
Apabila hubungan kedua barang tersebut (X dan Y) bersifat komplementer (pelengkap) terhadap barang lain itu, maka tanda elastisitas silangnya adalah negatif, misalnya kenaikan harga tinta akan mengakibatkan penurunan permintaan terhadap pena.
Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah positif, misalnya kenaikan harga daging ayam akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan terhadap daging sapi Dan sebaliknya.
Bentuk umum dari Elastisitas silang adalah :
ΔQx Py
Es = ——- x ——- > 0 Substitusi
Δ Px Qx

Δ Qy Px
Es = ——- x ——- 1 (Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian yang lebih besar dari pendapatan terhadap barang.
Jika pendapatan naik; jika Em < 1 (in Elastis), maka orang akan membelanjakan bahagian pendapatan yang lebih kecil untuk suatu barang, bila pendapatannya naik.
Apabila yang terjadi adalah kenaikkan pendapatan yang berakibatkan naiknya jumlah barang yang diminta, maka tanda elastisitas tersebut adalah positif dan barang yang diminta sebut barang normal atau superior.
Bila kenaikan dalam pendapatan tersebut berakibat berkurangnya jumlah suatu barang yang diminta, maka tanda elastisitas terhadap barang tersebut adalah negatif dan barang ini disebut dengan barang inferior atau giffen.

Pertanyaan Ganda
Pilihlah jawaban yang tepat !!!

1. Konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat pada suatu negara/daerah tertentu disebut….
a. konsumsi agregat d. konsumsi individu
b. konsumsi makanan e. konsumsi masyarakat untuk barang
c. konsumsi bukan makanan tertentu

2. Jika pendapatan meningkat lima kali lipat, pengeluaran untuk makanan cenderung akan ….
a. tetap jumlahnya
b. meningkat walaupun tidak secepat peningkatan pendapatan
c. meningkat kurang dari sepuluh kali lipat
d. tetap kualitasnya
e. menurun jumlahnya

3. Semakin meningkat pendapatan, maka…..
a. pengeluaran untuk barang-barang tahan lama akan meningkat
b. pengeluaran untuk barang-barang tahan lama akan menurun
c. pengeluaran untuk barang-barang tahan lama tidak berubah
d. seluruh pengeluaran menurun
e. sebagian pengeluaran menurun

4. Yang disebut sebagai pendekatan marginal utility adalah….
a. pendekatan ordinal d. pendekatan kardinal
b. pendekatan kurva different e. pendekatan konsumen
c. pendekatan kurva indifferent

5. Manusia akan berusaha memuaskan kebutuhannya yang beraneka ragam sampai mencapai tingkat intensitas yang sama adalah bunyi…
a. hukum gossen I d. hukum konsep ordinal
b. hukum gossen II e. hukum indifferent
c. hukum konsep kardinal

6. Kurva indifferent adalah…
a. tingkat kepuasan total yang hanya dapat dibandingkan melalui urutannya
b. tingkat kepuasan yang perlahan-lahan akan menurun hingga titik nol
c. kurva yang menggambarkan titik-titik kombinasi konsumsi yang menunjukan tingkat utilitas yang sama
d. jumlah kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi barang atau jasa
e. tingkat kepuasan total yang diperoleh dari mengkonsumsi seluruh barang/jasa

7. Pendekatan yang menunjukan tingkat kepuasan mengkonsumsi barang dalam model kurva indifferent adalah…
a. pendekatan kardinal d. pendekatan produsen
b. pendekatan ordinal e. pendekatan konsumsi
c. pendekatan konsumen

8. Semakin ke kanan kurva indifferent menunjukkan tingkat kepuasan yang …
a. menurun d. meningkat lalu menurun
b. tetap e. semakin tinggi
c. semakin menurun

9. Ciri-ciri kurva indifferent, kecuali….
a. Berlereng/ slope negatif
b. Cembung ke titik Origin ( Convex )
c. Tidak saling berpotongan
d. Saling berpotongan
e. Semakin ke kanan menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin tinggi

10. Faktor eksternal yang mempengaruhi tingkat konsumsi, kecuali…
a. Kebudayaan d. harga barang
b. adat istiadat e. pendapatan
c. status social

11. Perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan
variable lainnya disebut….
a. Elastisitas harga d. elastisitas
b. Elastisitas silang e. pendapatan silang
c. Elastisitas pendapatan

11. Elastisitas akan kecil bilamana…..
a. benda tersebut digunakan dengan kombinasi benda lain
b. terdapat banyak barang subsitusi yang baik
c. harga relatif tinggi
d. ada banyak kemungkinan-kemungkinan penggunaan barang lain
e. harga relative sangat tinggi

13. Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga
barang tersebut. Tetapi juga berikut ini, kecuali….
a. prefensi konsumen d. harga barang komplementer
b. pendapatan e. elastisitas harga permintaan
c. harga barang subtitusi

14. Apabila barang lain tersebut bersifat substitusi (pengganti) maka tanda elastisitas silangnya adalah….
a. negative d. lebih dari
b. positif e. sama dengan
c. kurang dari
Jawaban Pilihan Ganda

1. A 11. D
2. B 12. A
3. A 13. E
4. D 14. B
5. B
6. C
7. B
8. E
9. D
10. E

DAFTAR PUSTAKA

1.Dunnet, Andrew (1992), Understanding the market, Longman Group UK limited.

2.Harrison, Barry (1990), Economics: A level and AS-Level, Longman Group Uk Limited.

3.Rose, Peter s (1997), money and Capital Markets: Financial Institutions and Instrument in a Global Marketplace, Richard D. Irwin

4.Sukirno, Sadono (1996), Pengantar Teori Mikroekonomi, edisi ke-2, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s