Peranan Kepemimpinan Dalam Organisasi

Posted: December 25, 2009 in Tentang Organisasi

Peranan kepemimpinan

Peranan merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan (status). Apabila seseorang yang melakukan hak dan kewajibannya sesuai kedudukannya, maka dia menjalankan suatu peranan.

Peranan adalah pernyataan formal dan terbuka tentang perilaku yang harus ditampilkan oleh seseorang dalam membawa perannya.

Sedangkan kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang untuk membuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu.

Jenis dan Macam Gaya Kepemimpinan


  1. Gaya Kepemimpinan Otoriter / Authoritarian

Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.

Kepemimpinan otoriter atau bisa di sebut kepemimpinan otokratis atau kepemimpinan diktator adalah suatu kepemimpinan dimana seorang pemimpin bertindak sebagai diktator, pemimpin adalah penguasa, semua kendali ada di tangan pemimpin. Seorang diktator jelas tidak menyukai adanya meeting, rapat apalagi musyawarah karena bagi seorang diktator tidak menghendaki adanya perbedaan dan pastinya suka dengan memaksakan kehendaknya.
Dengan kepemimpinan diktator semua kebijakan ada di tangan pemimpin, semua keputusan ada di tangan pemimpin, semua bentuk hukuman, larangan peraturan dapat juga berubah sesuai dengan suasana hati pemimpin.

Jika kita lihat dari sisi gaya kepemimpinan secara ekstrim kepemimpinaan otoriter menempati urutan pertama karena kita lihat dari seberapa besar pengaruh atau campur tangan pemimpin.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis / Democratic

Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. kepemimpinan demokratis di mana pemimpin dan bawahan bisa saling bekerja sama. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
3. Gaya Kepemimpinan Bebas / Laissez Faire
Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.Kepemimpinan laissez faire adalah titik ekstrim terakhir yaitu pemimpin yg tidak bertindak sebagai pemimpin semua kebijakan bebas di tentukan sendiri oleh anggotanya.

4. Gaya kepemimpinan situasional

Yakni suatu sikap yang lebih melihat situasi: kapan harus bersikap memaksa, kapan harus moderat, dan pada situasi apa pula pemimpin harus memberikan keleluasaan pada bawahan.

Jika kita tinjau menurut sistem kepemimpinan menurut likert maka sistem otoriter menempati sistem pertama (I), berikutan lengkap sistem kepemimpinan menurut likert
(1) sistem l : otoriter (explosive/authoritative).
(2) sistem ll : otoriter bijaksana (benevolent authoritative).
(3) sistem lll : konsultatif
(4) sisten lV : partisipatif.
Adapun ciri kepemimpinan otoriter sistem l menurut likert dalam buku wahjosumidjo: kepemimpinan dan motivasi terbitan PT. Ghalia tahun 1987 adalah sebagai berikut :
(1) manajer menentukan semua keputusan yg bertalian dengan seluruh pekerjaan, dan memerintahkan semua bawahan untuk melaksanakanya.
(2) manajer menentukan semua standard bgm bawahan melakukan tugas.
(3) manajer memberikan ancaman dan hukuman kepada bawahan yg tidak berhasil melaksanakan tugas-tugas yg telas di tentukan.
(4) manajer kurang percaya terhadap bawahan dan sebaliknya bawahan tidak atau sedikit sekali terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
(5) atasan dan bawahan bekerja dalam suasana yg saling mencurigai.
Tipe kepemimpinan otoriter jika di terapkan sekarang mungkin kurang relevan, namun jika kita lihat lagi menurut gaya kepemimpinan situasional tipe kepemimpinan ini bisa di terapkan terhadap anggota ato bawahan dengan tingkat kematangan rendah yaitu ketika seorang pemimpin menghadapi bawahan yg blm bisa atau blm menguasai hampir semua bidang yg menjadi tanggung jawabnya.

Ciri-ciri Kepemimpinan

  1. Ciri-ciri Kepemimpinan Bertipe Otoriter :
    1) Tanpa musyawarah
    2) Tidak mau menerima saran dari bawahan
    3) Mementingkan diri sendiri dan kelompok
    4) Selalu memerintah
    5) Memberikan tugas mendadak
    6) Cenderung menyukai bawahan yang ABS (asal bapak senang)
    7) Sikap keras terhadap bawahan
    8) Setiap keputusannya tidak dapat dibantah
    9) Kekuasaan mutlak di tangan pimpinan
    10) Hubungan dengan bawahan kurang serasi
    11) Bertindak sewenang-wenang
    12) Tanpa kenal ampun atas kesalahan bawahan
    13) Kurang mempercayai bawahan
    14) Kurang mendorong semangat kerja bawahan
    15) Kurang mawas diri
    16) Selalu tertutup
    17) Suka mengancam
    18) Kurang menghiraukan usulan bawahan
    19) Ada rasa bangga bila bawahannya takut
    20) Tidak suka bawahan pandai dan berkembang
    21) Kurang memiliki rasa kekeluargaan
    22) Sering marah-marah
    23) Senang sanjungan.

2. Ciri-ciri Kepemimpinan Bertipe Demokratis :

  1. 1) Pendapatnya terfokus pada hasil musyawarah
    2) Tenggang rasa
    3) Memberi kesempatan pengembangan karier bawahan
    4) Selalu menerima kritik bawahan
    5) Menciptakan suasana kekeluargaan
    6) Mengetahui kekurangan dan kelebihan bawahan
    7) Komunikatif dengan bawahan
    8) Partisipasif dengan bawahan
    9) Tanggap terhadap situasi
    10) Kurang mementingkan diri sendiri
    11) Mawas diri
    12) Tidak bersikap menggurui
    13) Senang bawahan kreatif
    14) Menerima usulan atau pendapat bawahan
    15) Lapang dada
    16) Terbuka
    17) Mendorong bawahan untuk mencapai hasil yang baik
    18) Tidak sombong
    19) Menghargai pendapat bawahan
    20) Mau membirnbing bawahan
    21) Mau bekerja sama dengan bawahan
    22) Tidak mudah putus asa
    23) Tujuannya dipahami bawahan
    24) Percaya pada bawahan
    25) Tidak berjarak dengan bawahan
    26) Adil dan bijaksana
    27) Suka rapat (musyawarah)
    28) Mau mendelegasikan tugas kepada bawahan
  2. 29) Pemaaf pada bawahan
  3. 30) Selalu mendahulukan hal-hal yang penting
  4. 3. Ciri-ciri Kepemimpinan Bertipe laissez fasif :
  5. 1) Pemimpin bersikap pasif
    2) Semua tugas diberikan kepada bawahan
    3) Tidak tegas
    4) Kurang memperhatikan kekurangan dan kelebihan bawahan
    5) Percaya kepada bawahan
    6) Pelaksanaan pekerjaan tidak terkendali
    7) Mudah dibohongi bawahan
    8) Kurang kreatif
    9) Kurang mawas diri
    10) Perencanaan dan tujuannya kurang jelas
    11) Kurang memberikan dorongan pada bawahan
    12) Banyak bawahan merasa dirinya sebagai orang yang berkuasa
    13) Kurang punya rasa tanggung jawab
    14) Kurang berwibawa
    15) Menjunjung tinggi hak asasi
    16) Menghargai pendapat bawahan (orang lain)
  6. 17) Kurang bermusyawarah
  7. 4. Ciri-ciri Kepemimpinan Bertipe Situasional:
    1) Supel atau luwes
    2) Berwawasan luas
    3) Mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan
    4) Mampu menggerakkan bawahan
    5) Bersikap keras pada saat-saat tertentu
    6) Berprinsip dan konsisten terhadap suatu masalah
    7) Mempunyai tujuan yang jelas
    8) Bersikap terbuka bila menyangkut bawahan
    9) Mau membantu memecahkan permasalahan bawahan
    10) Mengutamakan suasana kekeluargaan
    11) Berkomunikasi dengan baik
    12) Mengutamakan produktivitas kerja
    13) Bertanggung jawab
    14) Mau memberikan tanggung jawab pada bawahan
    15) Memberi kesempatan pada bawahan untuk mengutarakan pendapat pada saat-saat tertentu
    16) Melakukan atau mengutamakan pengawasan melekat
    17) Mengetahui kelemahan dan kelebihan bawahan
    18) Mengutamakan kepentingan bersama,
    19) Bersikap tegas dalam situasi dan kondisi tertentu
    20) Mau menerima saran dan kritik dari bawahan

Dari penelitian yang dilakukan Fiedler ditemukan bahwa kinerja kepemimpinan sangat tergantung pada organisasi maupun gaya kepeminpinan. Apa yang bisa dikatakan adalah bahwa pemimpin bisa efektif ke dalam situasi tertentu dan tidak efektif pada situasi yang lain. Usaha untuk meningkatkan efektifitas organisasi atau kelompok harus dimulai dari belajar, tidak hanya bagaimana melatih pemimpin secara efektif, tetapi juga membangun lingkungan organisasi dimana seorang pemimpin bisa bekerja dengan baik.

Sumber: organisasi.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s