LEBIH CEPAT BELUM TENTU LEBIH BAIK !!!

Posted: November 21, 2009 in Uncategorized

Ini dia yang namanya “budaya instant”. Sebuah budaya dimana orang-orang yang hidup didalamnya mengutamakan kecepatan, lebih suka melihat hasilnya dan cenderung kurang menghargai proses. Budaya instant juga menganggap bahwa kebahagiaan, kekayaan, kesuksesan dan prestasi bisa diraih dengan mudah dan cepat layaknya membalikan telapak tangan.

Prof. Koentjaraningrat, seorang antropolog, dalam bukunya Kebudayaan Mentalitet dan pembangunan, pernah meneliti tentang kebiasaan menerabas sebagai budaya kehidupan masyarakat kita.

Menerabas disini maksudnya “memotong” jalan untuk meraih sesuatu secara instant. Inti kit atidak ingin bersusah payah dan hanya mencari cara tercepat dalam mewujudkan keinginan kita.

Dibalik Budaya Instant

Menurut Psikolog dari RS. Pondok Indah, Roselina Verauli MPsi, pemicu budaya instant adalah perubahan social yang menuntut kita bergerak cepat guna meraih hasil. “Budaya instant ini pasti mempengaruhi karena kita pun berada di lingkungan yang instant, bahkan untuk hal sederhana sekali pun”, tambahnya. Contohnya seperti kita ingin minum teh tarik. Biasanya untuk itu kiya harus menyiapkan air panas, kantung/bubuk teh hitam dan susunya terlebih dahulu, kemudian dicampur secara perlahan selama 10 menit . Sementara saat ini sudah banyak dijual minuman teh tarik cepat saji (instant) dalam bentuk bubuk. Kita tinggal merobek kemasan bubuknya dan campur dengan air panas. Jadi lah teh tarik dalam 1 menit..

Menjamurnya budaya instant ini didukung oleh perkembangan teknologi. Hal ini diperkuat oleh penulis buku Megatrends 2000 : Ten New Directions for the 1990’s, J. Naisbitt dan P. Aburdene yang bilang kalau era globalisasi memungkinkan timbulnya gaya hidup yang global pula. Makanya orang berlomba-lomba menciptakan teknologi yang semakin mempermudah hidupnya. Misalnya HP berfungsi untuk komunikasi, sekarang HP juga dilengkapi kamera, GPS, dan bahkan berfungsi sebagai laptop. Kita ngga perlu ribet bawa segala macam karna semua sudah tersedia dalam satu gadget.

Efek Buruk Budaya Instant

Budaya instant juga “sukses” membawa efek buruk dalam kehidupan kita. Rosalina dengan tegas menguraikan bahaya dari budaya instant ini, seperti:

1. Membuat standar toleransi kita rendah. Artinya, kita jadi malas berusaha. Jadi kalau ada sesuatu yang harus diusahakan (seperti belajar , menjalin hubungan dengan teman, pacar dan orang tua), Kita nggak bakal rela bersusah payah dan memilih untuk melewati “jalan pintas”.

2. Kita jadi gampang menyerah. Ketika harus berhadapan dengan suatu masalah, kita jadi takut dan memilih untuk mundur/kabur dari masalah itu, karna kita tak terbiasa untuk menghadapi dan memecahkan masalah.

3. Efek lanjut dari rasa malas kita adalah menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang kita mau. Selama itu mudah dan cepat (walaupun belum tentu benar), kita akan memilih cara itu untuk mendapatkan apapun. Dengan kata lain, kita selalu berorientasi kepada hasil dan bukan pada proses. Kita lebih suka mencontek untuk mendapat nilai bagus atau bikin kebetan biar nggak usah berfikir pas menjawab ulangan. Tujuannya cuma satu, mendapat nilai bagus padahal kita sama sekali nggak menguasai hal itu.

Stop Bahayanya !!

Pratice make perfect. Kita memang perlu LATIHAN supaya tidak terseret arus budaya instant. “Melakukan sesuatu secara perlahan” tambah Rosalina tentang cara menghadapi budaya instant. Kalau selama ini kita memakai Sistem Kebut Semalam alias SKS untuk belajar coba diubah dengan cara mencicil.

Yang penting guys, kita harus sadar kalu menginginkan sesuatu yang bagus dan bernilai iitu membutuhkan waktu untuk berproses. Kalau kita Cuma mau yang instant aja, maka hasilnya pun akan instant juga / nggak bertahan lama.

Sumber : http://www.gadis-online.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s