Peranan Organisasi pada Bank Indonesia

Posted: June 5, 2010 in Uncategorized

Peranan Organisasi pada Bank Indonesia

Sejarah

Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia. Lahirnya Bank Indonesia ini merupakan hasil nasionalisasi dari De Javasche Bank, sebuah Bank Belanda yang pada masa colonial diberi tugas oleh pemerintah Belanda sebagai bank sirkulasi di Hindia-Belanda. Bank Indonesia selaku bank sentral berdasarkan Undang-Undang No.23 Tahun 1999 adalah Lembaga Negara yang independen.

Tujuan

Satu tujuan tunggal Bank Indonesia, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang Negara lain.
Untuk mencapai tujuan tersebut BI (Bank Indonesia) didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas ini adalah menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran, serta mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Ketiganya perlu diintergrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien. BI juga menjadi satu-satunya lembaga yang memiliki hak untuk mengedarkan uang di Indonesia. Dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya BI dipimpin oleh Dewan Gubernur.

Organisasi di Bank Indonesia

Sebagaimana layaknya sebuah lembaga, maka dalam menjalankan tugasnya Bank Indonesia juga memiliki pimpinan. Pimpinanya pun tentu berbeda dengan bank-bank pada umumnya. Sesuai dengan Undang-Undang No.23 Tahun 1999pimpinan Bank Indonesia disebut dengan Dewan Gubernur. Dewan Gubernur terdiri dari seorang Gubernur, seorang Deputi Gubernur Senior, dan sekurang-kurangnya 4 (empat) dan sebanyak-banyaknya 7 (tujuh) orang Deputi Gubernur.

Bank Indonesia tidak lagi memberikan laporan pertanggungjawabannya kepada Presiden sebagaimana Undang-Undang terdahulu, melainkan kepada Dewan Perwakilan Rakya. Dan Gubernur Bank Indonesia bukan anggota cabinet.

Sementara itu, organisasi Bank Indonesia secara keseluruhan terdiri dari 25 direktorat/biro, 37 Kantor Bank Indonesia yang tersebar diseluruh wilayah RI, dan 4 Kantor perwakilan yang terdapat di New York, London, Tokyo, dan Singapura.

Organisasi Bank Indonesia dikelompokkan dalam 3 bidang utama yang menggambarkan tugas-tugas pokoknya, yaitu Moneter, Perbankan, dan Sistem pembayaran. Disamping itu, terdapat pula fungsi managemen intern sebagai unit pendukung strategis (strategic support) untuk menjamin agar pelaksanaan tugas ketiga bidang utama dapat berjalan lancar, efektif dan efisien. Dalam pelaksaan tugasnya, Bank Indonesia memiliki jaringan kantor diseluruh Indonesia yang disebut dengan Kantor Bank Indonesia (KBI) dan beberapa perwakilan diluar negeri yang disebut dengan Kantor Perwakilan (KPw).

Struktur Bank Indonesia tersebuat terus mangalami penyempurnaan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam dinamika perekonomian Nasional dan Internasional. Ke depan arsitektur organisasi Bank Indonesia diarahkan pada dua focus tugas utama, yaitu Stabilitas Moneter (Monetary Stability) dan Stabilitas Sistem Keuangan (Finance System Stability).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s